Hari Satwa Liar Sedunia (World Wildlife Day)

Hari Satwa Liar Sedunia (World Wildlife Day)

Tanggal 3 Maret merupakan salah satu hari penting lingkungan. Meskipun belum banyak yang tahu, tapi tanggal 3 Maret diperingati sebagai Hari Satwa Liar Sedunia atau World WildLife Day. Inilah hari di mana komunitas internasional dan masyarakat dunia diingatkan kembali akan kesadaran dan upaya perlindungan terhadap satwa liar.

Sejarahnya sendiri, tanggal 3 Maret diambil dari pengesahan naskah Konvensi Perdagangan Internasional Tumbuhan dan Satwa Liar Spesies Terancam atau yang lebih dikenal sebagai CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) pada tanggal 3 Maret tahun 1973. Pada 20 Desember 2013, United Nations General Assembly (UNGA) menyuarakan bahwa setiap tanggal 3 Maret diperingati sebagai Hari Satwa Liar Sedunia.

Semakin banyaknya spesies flora dan fauna yang mulai hampir punah menjadi sorotan para peduli lingkungan di dunia. Terutama penyebab mengapa mereka punah. Spekulasi utamanya adalah ancaman perdagangan satwa ilegal maupun tindakan manusia yang merusak habitat hewan dan tumbuhan tersebut.

Di Indonesia sendiri, yang menyumbang hampir 15% dari semua tanaman, mamalia, dan burung yang ada di seluruh dunia, tak luput menjadi sorotan. Beberapa spesies hewan Indonesia dikhawatirkan hampir punah. Saat ini, harimau Sumatera yang tersisa di alam liar hanya sekitar 400 ekor, gajah di Kalimantan hanya berkisar 1500 ekor, dan begitu juga orangutan yang jumlahnya semakin mengkhawatirkan. Salah satu penyebab utama dari penurunan jumlah satwa liar itu adalah deforestasi, di mana lahan hutan berubah menjadi perkebunan sawit ataupun adanya penebangan liar.

Dari hal tersebut, kita diajak untuk lebih kritis lagi dalam memperhatikan lingkungan fauna maupun flora yang ada. Keanekaragaman hayati merupakan sebuah kekayaan maupun identitas diri bangsa. Walaupun kita mendukung dan tak dapat berbuat banyak, setidaknya kita mencoba berperan dalam pemberantasan deforestasi yang ada dengan hal-hal kecil, misalnya seperti menghemat tisu dan kertas. Kedua hal tersebut secara tidak langsung telah membantu mengurangi penggunaan pohon dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh: Arthan Yudha Pangestu

Tentang Kami

Kampanye global untuk perubahan iklim, "Earth Hour" kembali digelar. Aksi mematikan lampu dan peralatan elektronik lainnya selama satu jam ini akan digelar pada hari Sabtu, 25 Maret 2017, pukul 20.30-21.30 (waktu setempat).

Earth Hour Global
Earth Hour Indonesia

Hubungi Kami

Twitter: @EHSolo | @EHSoloVols
Facebook: Earth Hour Solo
Instagram: EHSolo
Youtube: Earth Hour Solo
Google+: Earth Hour Solo
Phone: 0812-2451-4885

Sekretariat: Pakem Solo, Pasar Kembang Solo Lt. 2. Jl. Dr. Radjiman, Laweyan, Surakarta.

Formulir Kontak Kami